Jakarta, 18 Juni 2026 – Indonesia kembali bersiap menyambut salah satu ajang olahraga paling bergengsi di dunia. Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan kembali digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, The Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Menandai dimulainya perjalanan menuju penyelenggaraan tahun kelima MotoGP di Indonesia, penjualan tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 resmi dibuka dalam launching ceremony yang berlangsung di gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (18/6).Sebagai bagian dari peluncuran resmi, penyelenggara menghadirkan program penjualan tiket secara bertahap dengan berbagai keuntungan bagi masyarakat. Program Early Bird berlangsung mulai 18 Juni hingga minggu kedua Juli 2026 dengan potongan harga 50 persen. Selanjutnya, Presale 1 berlangsung pada minggu kedua Juli hingga minggu kedua Agustus 2026 dengan potongan harga 30 persen, dan Presale 2 pada minggu kedua Agustus hingga minggu ketiga September 2026 dengan potongan harga 20 persen.Tiket resmi dapat diperoleh melalui aplikasi GOERS sebagai Official Master Ticketing Partner, website resmi themandalikagp.com, serta Official Ticket Booth Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sarinah.Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan, Pertamina Grand Prix of Indonesia kini berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga internasional."Memasuki tahun kelima, Pertamina Grand Prix of Indonesia telah menjadi katalis pengembangan destinasi The Mandalika sekaligus instrumen nation branding Indonesia di mata dunia. Dengan jangkauan siaran yang mencapai sekitar 677 juta pasang mata secara global, ajang ini memperlihatkan bagaimana Indonesia mampu menghadirkan event berstandar dunia sekaligus menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu yang paling membanggakan adalah transformasi sumber daya manusia lokal. Jika pada tahun pertama seluruh marshal berasal dari luar negeri, kini 100 persen marshal yang bertugas merupakan talenta lokal NTB yang telah memenuhi standar internasional. Ini adalah bukti bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia tidak hanya menghadirkan kebanggaan nasional, tetapi juga membuka peluang, meningkatkan kompetensi, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat daerah," ujar Maya.Semangat "The Rise of Local Heroes" yang diusung, menjadi representasi semakin berkembangnya talenta motorsport Indonesia sekaligus semakin luasnya dampak ekonomi dan sosial yang dihasilkan melalui penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.Pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, sebanyak 76 pembalap terbaik dunia dari 23 negara akan hadir, terdiri atas 22 pembalap MotoGP dari 8 negara, 28 pembalap Moto2 dari 13 negara, dan 26 pembalap Moto3 dari 12 negara. Indonesia juga kembali memiliki wakil yang akan berlaga di kejuaraan dunia, yakni Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di kelas Moto3.Momentum itu semakin diperkuat oleh prestasi pembalap Indonesia di panggung internasional. Pada 14 Juni 2026, Kiandra Ramadhipa sukses mengibarkan Merah Putih setelah meraih kemenangan pertamanya di ajang Moto3 Junior World Championship seri Estoril, Portugal. Sementara itu, Aldi Satya Mahendra berhasil finis di posisi ketiga pada Race 2 WorldSSP seri Misano, Italia. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah MotoGP, tetapi juga mulai melahirkan talenta-talenta yang mampu bersaing di level dunia.Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, mengatakan, kehadiran pembalap Indonesia di level dunia menjadi bukti positif perkembangan pembinaan olahraga motorsport nasional."Kehadiran Mario Suryo Aji di Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3 menunjukkan bahwa pembinaan olahraga motorsport Indonesia berada pada arah yang positif. Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan hanya menghadirkan tontonan kelas dunia, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi, berkompetisi, dan berprestasi di tingkat internasional," ujarnya.Selain menghadirkan kompetisi kelas dunia, Pertamina Grand Prix of Indonesia terus menunjukkan kontribusi nyata terhadap sektor pariwisata dan ekonomi nasional. Pada penyelenggaraan sebelumnya, event ini berhasil menarik 140.324 penonton. Sementara itu, sepanjang penyelenggaraan MotoGP 2025, kawasan The Mandalika mencatat lebih dari 200 ribu total pengunjung dari berbagai aktivitas yang diselenggarakan di kawasan tersebut.Dampak ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp4,96 triliun secara nasional dengan multiplier effect yang menjangkau sektor transportasi, akomodasi, kuliner, UMKM, ekonomi kreatif, dan berbagai jasa pendukung lainnya. Lebih dari 600 UMKM lokal turut terlibat dalam ekosistem event dan destinasi, sementara lebih dari 3.000 tenaga kerja terserap pada berbagai sektor pendukung saat pelaksanaan event MotoGP 2025.Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Moreno Soeprapto, menilai, Pertamina Grand Prix of Indonesia mempunyai peran penting dalam memperkuat ekosistem motorsport nasional."Kehadiran Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama di kejuaraan dunia menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki talenta yang mampu berkembang melalui pembinaan yang berkelanjutan. Semangat The Rise of Local Heroes sangat relevan karena keberhasilan motorsport nasional tidak hanya dibangun oleh pembalap, tetapi juga oleh seluruh ekosistem yang mendukungnya, mulai dari komunitas, mekanik, official, marshal, hingga penyelenggara," kata Moreno.Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, menyebut, Mandalika memiliki positioning yang unik dalam kalender MotoGP dunia."Mandalika memiliki karakter yang sangat berbeda dibandingkan seri MotoGP lainnya. Melalui konsep 'Thrill in Paradise', pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan balapan kelas dunia, tetapi juga menikmati keindahan alam, budaya, kuliner, sport tourism, dan berbagai pengalaman khas Indonesia yang menjadikan Mandalika sebagai salah satu destinasi sport tourism paling unik di dunia," pungkasnya.Sejalan dengan konsep itu, pengunjung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bisa menikmati berbagai pengalaman unggulan yang merepresentasikan keunikan The Mandalika, mulai dari sunset and sunrise experiences, outdoor sport and wellness activities, community race dan workshop, cultural infused experiences, music festival and entertainment, wisata bahari dan island hopping, hingga ragam kuliner serta budaya khas Lombok.Sebagai kawasan destinasi terintegrasi, The Mandalika juga terus memperkuat kualitas pengalaman pengunjung melalui peningkatan konektivitas, optimalisasi area experiential destination, penguatan sistem mobilitas kawasan, pengembangan area F&B dan UMKM, serta peningkatan standar keamanan, kenyamanan, dan layanan pengunjung.Sepanjang tahun 2025, Pertamina Mandalika International Circuit mencatat 285 hari aktivitas dan 206 event. Tren positif tersebut berlanjut pada 2026 dengan target 244 hari aktivitas dan 132 event yang terdiri dari 89 event motorsport dan 43 event non-motorsport.Dengan kombinasi kompetisi kelas dunia, keindahan destinasi, pertumbuhan talenta nasional, serta dampak ekonomi yang terus meluas, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 kembali jadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.Dukung Local Heroes. Saksikan para juara dunia. Jadilah bagian dari perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Read More“Memasuki Tahun Kelima, MotoGP Indonesia Perkuat Nation Branding, Sport Tourism, dan Posisi Indonesia di Panggung Global”Jakarta, 17 Juni 2026 – Indonesia kembali bersiap menjadi tuan rumah Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit, The Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Kehadiran Indonesia dalam rangkaian kalender MotoGP dunia kembali menjadi momentum penting untuk menunjukkan kapasitas bangsa dalam menyelenggarakan event olahraga internasional berkelas dunia. Lebih dari sekadar balapan, Pertamina Grand Prix of Indonesia menjadi ajang yang memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism global sekaligus etalase yang memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan Indonesia kepada dunia.Tahun 2026 juga menjadi tonggak penting bagi Indonesia karena menandai tahun kelima penyelenggaraan MotoGP di Tanah Air sejak pertama kali digelar di Mandalika pada 2022. Dalam kurun waktu tersebut, Pertamina Grand Prix of Indonesia telah berkembang menjadi salah satu agenda sport tourism terbesar di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kalender olahraga internasional.Sebagai penyelenggara event melalui PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation/ITDC dan didukung PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai operator Mandalika International Circuit, berbagai persiapan terus dilakukan untuk memastikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dapat berlangsung sesuai standar internasional yang ditetapkan oleh Dorna Sports dan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, mengatakan, berbagai persiapan terus dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan tahun ini berjalan dengan optimal dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pihak yang terlibat."Setiap seri MotoGP memiliki karakteristik dan daya tariknya masing-masing. Mandalika memiliki posisi yang unik karena memadukan kompetisi balap motor paling bergengsi dengan keindahan destinasi pariwisata Indonesia. Kehadiran MotoGP di Mandalika bukan hanya menghadirkan tontonan olahraga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya, keramahan, dan potensi pariwisata Indonesia kepada audiens global. Karena itu, kami terus melakukan berbagai persiapan untuk memastikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh peserta maupun pengunjung," jelas Troy.Troy menambahkan bahwa keberhasilan Pertamina Grand Prix of Indonesia merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan yang memiliki visi yang sama untuk menghadirkan event berkelas dunia di Indonesia serta dampak besar yang juga dihasilkan baik secara ekonomi dan sosial. Dalam pelaksanaannya, ITDC sebagai penyelenggara terus berkoordinasi dengan MGPA sebagai operator Mandalika International Circuit untuk memastikan kesiapan kawasan, sirkuit, dan seluruh aspek operasional event berjalan secara optimal.Pertamina Grand Prix of Indonesia merupakan event bersama yang melibatkan dukungan dan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, BUMN, sponsor, komunitas motorsport, pelaku industri pariwisata, UMKM, hingga masyarakat lokal. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadirkan penyelenggaraan yang semakin baik dari tahun ke tahun.Kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai tuan rumah tidak terlepas dari keberhasilan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pada penyelenggaraan 2025, Pertamina Grand Prix of Indonesia berhasil menarik 140.324 penonton dan menjadi salah satu event olahraga terbesar di Indonesia.Lebih jauh, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia juga menjadi bagian dari upaya membangun legacy jangka panjang bagi masyarakat. Kehadiran event ini tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi, namun juga mendorong lahirnya berbagai talenta dan pelaku industri yang tumbuh bersama perkembangan ekosistem motorsport dan pariwisata nasional.Manfaat tersebut dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Lebih dari 600 UMKM lokal terlibat dalam ekosistem event dan destinasi, sementara lebih dari 3.000 tenaga kerja terserap pada berbagai sektor pendukung. Kehadiran MotoGP juga membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif, seni budaya, kuliner, dan pariwisata lokal untuk memperkenalkan produk dan layanan mereka kepada pasar nasional maupun internasional.Sebagai bagian dari persiapan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, ITDC bersama MGPA telah menindaklanjuti berbagai evaluasi dan pembelajaran dari penyelenggaraan sebelumnya ke dalam program peningkatan kualitas operasional yang mencakup tidak hanya area sirkuit, tetapi juga kawasan The Mandalika secara keseluruhan.Fokus utama persiapan meliputi aspek keselamatan (safety), keamanan (security), crowd management, transport management, kebersihan kawasan, hingga customer experience guna memastikan seluruh pengunjung memperoleh pengalaman terbaik selama berada di Mandalika.Di kawasan, berbagai penataan dan penguatan terus dilakukan melalui optimalisasi area experiential destination, peningkatan konektivitas menuju berbagai atraksi wisata unggulan, penguatan layanan shuttle dan sistem mobilitas kawasan, pengembangan area F&B dan UMKM yang lebih terkurasi, serta peningkatan standar kebersihan, kenyamanan, dan layanan pengunjung.Dengan pendekatan tersebut, pengunjung tidak hanya menikmati aksi balap di Mandalika International Circuit, tetapi juga memperoleh pengalaman destinasi yang lebih lengkap sebelum, selama, dan setelah akhir pekan balapan berlangsung.Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan kembali menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kalender olahraga internasional sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan event kelas dunia dengan standar operasional terbaik dan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Read MoreThe Mandalika, 14 Juni 2026 – Kemeriahan FIFA World Cup 2026™️ dapat dinikmati masyarakat secara gratis di The Mandalika melalui program Nonton Bareng (Nobar) yang digelar selama 16 hari penuh di Bazaar Mandalika, mulai 13 hingga 28 Juni 2026. Program ini adalah hasil kerja sama antara InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan TVRI Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai pemegang hak siar resmi FIFA World Cup 2026™️ di Indonesia.Selain menghadirkan pengalaman menyaksikan ajang sepak bola terbesar dunia secara bersama-sama, kegiatan ini juga diharapkan bisa meningkatkan kunjungan dan aktivitas ekonomi di Bazaar Mandalika, yang saat ini menjadi pusat aktivitas masyarakat dan wisatawan di kawasan. Sebanyak 137 pelaku usaha yang terdiri atas 96 UMKM di Creativity Zone dan 41 tenant kuliner di Culinary Zone, berpotensi merasakan manfaat dari meningkatnya jumlah pengunjung selama kegiatan nobar berlangsung.Pengunjung dapat menikmati berbagai pertandingan menarik, yang melibatkan tim-tim unggulan dunia seperti Brasil, Argentina, Jepang, Spanyol, Uruguay, hingga Amerika Serikat sesuai jadwal resmi FIFA World Cup 2026™️ fase grup, yang berlangsung hingga 28 Juni 2026. Program nobar difokuskan pada pertandingan yang berlangsung pada pagi hingga siang hari, sehingga pengunjung dapat menikmati pengalaman menonton yang lebih nyaman dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, mengutarakan, penyelenggaraan nobar FIFA World Cup 2026™️ merupakan bagian dari upaya ITDC menghadirkan aktivasi kawasan yang tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal. "Piala dunia adalah salah satu ajang olahraga paling bergengsi dan memiliki daya tarik yang sangat besar di seluruh dunia. Melalui nobar ini, kami ingin menghadirkan ruang berkumpul yang nyaman dan inklusif bagi masyarakat sekaligus mendorong meningkatnya aktivitas di Bazaar Mandalika. Kedatangan pengunjung selama penyelenggaraan nobar diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para tenant dan pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kawasan," ujar Pari.Ia menambahkan, Bazaar Mandalika saat ini telah berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat di area The Mandalika yang menghadirkan beragam pilihan kuliner, produk kreatif, serta ruang interaksi bagi wisatawan dan masyarakat lokal."Kami melihat momentum FIFA World Cup 2026™️ sebagai kesempatan yang baik untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam aktivitas kawasan sekaligus memperluas peluang promosi bagi produk-produk lokal. Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang, kami berharap para pelaku UMKM dapat memperoleh manfaat nyata melalui peningkatan transaksi, eksposur produk, dan peluang usaha yang lebih luas. Karena itu, setiap aktivitas yang kami hadirkan di kawasan, diupayakan dapat membuka lebih banyak lagi peluang bagi masyarakat, untuk tumbuh dan berkembang bersama The Mandalika," tambahnya.Dengan konsep terbuka dan tanpa dipungut biaya, program Nobar FIFA World Cup 2026™️ di Bazaar Mandalika menjadi salah satu pilihan destinasi berkumpul dan menikmati kemeriahan sepak bola dunia di Pulau Lombok. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah nyata ITDC dalam menghadirkan kawasan yang hidup, melalui berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat, wisatawan, serta pelaku usaha lokal, sejalan dengan komitmen dalam mendukung pengembangan destinasi pariwisata yang berkelanjutan.
Read MoreTHE NUSA DUA, (13/6/2026) – Menjelang pelaksanaan Asian Games Fun Run 2026 di Bali, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) bersama Olympic Council of Asia (OCA) dan Aichi–Nagoya Asian Games Organizing Committee (AINAGOC) menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang lari bersama, melainkan simbol kolaborasi dan persatuan Asia menuju Asian Games ke-20 di Jepang.Hal tersebut mengemuka dalam press conference Asian Games Fun Run 2026 yang digelar di Bali Collection, Nusa Dua. Wakil Ketua Umum NOC Indonesia, Ismail Ning, menyampaikan bahwa Asian Games Fun Run menjadi platform strategis untuk memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem olahraga Asia.“Fun Run ini bukan hanya tentang partisipasi publik, tetapi tentang bagaimana Indonesia berkontribusi dalam membangun semangat kolektif Asia. Ini adalah bagian dari diplomasi olahraga yang membawa nilai persahabatan, solidaritas, dan sportivitas lintas negara,” ujar Ismail Ning. Director Media and Broadcast Department OCA, Jian Zhou menegaskan bahwa rangkaian Fun Run di berbagai negara Asia menjadi langkah penting dalam mendekatkan Asian Games kepada masyarakat. “Kami ingin Asian Games tidak hanya menjadi milik atlet, tetapi juga milik seluruh masyarakat Asia. Melalui Fun Run, semangat tersebut dibawa langsung ke kota-kota, termasuk Bali sebagai salah satu destinasi dunia dan Indonesia merupakan bagian penting dalam Olympic Movement,” ujar Jian Zhou.Manami Okumura selaku Deputy Director, Public Relations Section Aichi-Nagoya Asian Games Organizing Committee (AINAGOC) menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia dalam mendukung suksesnya Asian Games Aichi–Nagoya 2026.“Kami senang bisa menggelar Asian Games Fun Run di sini (Bali). Indonesia selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan Asian Games. Antusiasme yang ditunjukkan melalui Fun Run ini mencerminkan kesiapan Asia untuk menyambut ajang terbesar kita bersama,” ungkap Okumura.Dari perspektif atlet, Olympian Lompat Jauh Maria Londa menilai kegiatan ini memiliki makna emosional yang kuat bagi para atlet dan masyarakat.“Fun Run ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Asian Games dimulai dari sekarang. Ini tentang membangun semangat bersama, di mana masyarakat bisa merasakan langsung energi yang biasanya hanya ada di arena pertandingan,” ujar Maria Londa. Di sisi lain, Project Director Asian Games Fun Run 2026, Tabitha Sumendap menambahkan bahwa penyelenggaraan di Bali dirancang sebagai pengalaman kolektif yang inklusif dan berkesan. “Kami ingin menghadirkan event yang tidak hanya dinikmati pelari, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara masyarakat, atlet, dan semangat Asian Games itu sendiri. Ini adalah celebration menuju 2026,” jelas Tabitha.Selain itu, General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa terpilihnya kawasan The Nusa Dua sebagai lokasi penyelenggaraan Asian Games Fun Run 2026 mencerminkan kepercayaan berbagai organisasi internasional terhadap kualitas destinasi dan kesiapan kawasan dalam mendukung penyelenggaraan event berskala global.“Kami menyambut baik penyelenggaraan Asian Games Fun Run 2026 di kawasan The Nusa Dua. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen kami untuk menghadirkan berbagai event internasional yang tidak hanya mendorong sport tourism, tetapi juga memperkuat posisi Bali sebagai destinasi kelas dunia yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Kehadiran Asian Games Fun Run menjadi momentum yang mempertemukan semangat olahraga, kolaborasi lintas negara, serta promosi pariwisata Indonesia kepada masyarakat Asia dan dunia,” ujar I Made Agus Dwiatmika.I Made Agus Dwiatmika menambahkan, sebagai kawasan pariwisata terintegrasi yang telah berpengalaman menjadi tuan rumah berbagai konferensi, ajang olahraga, dan event internasional, The Nusa Dua terus berkomitmen mendukung penyelenggaraan kegiatan berkualitas yang memberikan dampak positif bagi destinasi, pelaku industri pariwisata, serta masyarakat sekitar.Asian Games Fun Run 2026 akan digelar di Bali Collection, Nusa Dua, pada 14 Juni 2026, dengan konsep partisipatif yang terbuka untuk berbagai kalangan. Selain kegiatan lari, acara ini juga akan menghadirkan berbagai activation yang memperkuat engagement publik terhadap Asian Games.Lebih dari sekadar event, Asian Games Fun Run Bali diharapkan menjadi katalis dalam membangun kesadaran, memperkuat konektivitas antarbangsa di Asia, serta menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian penting dalam perjalanan menuju Asian Games Aichi–Nagoya 2026.Asian Games Fun Run 2026 juga didukung oleh berbagai mitra, seperti Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai venue partner di kawasan Bali Collection, serta sponsor lainnya seperti Gudang Kripto, The Stone Hotel Bali, Bank Vima, Fin+, Liberty Foundation, Essenza, juga sponsor Tim Indonesia yakni Mills, BAIC, Aice, Kings Travel, TikTok dan Perumnas.
Read MoreThe Mandalika, 12 Juni 2026 – Perkembangan kawasan The Mandalika terus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa penyangga. Sejumlah UMKM binaan mulai terhubung dengan ekosistem pariwisata di kawasan, salah satunya melalui pemasokan hasil pertanian hidroponik kepada tenant dan pelaku usaha kuliner di The Mandalika.Untuk memperkuat keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai nilai pariwisata tersebut, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Pullman Lombok Mandalika Beach Resort menyelenggarakan Workshop Pemasaran Digital bagi UMKM Desa Penyangga, pada Rabu (10/6) di Dusun Bungawan Daya, Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diikuti oleh 28 pemilik UMKM dari Desa Kuta dan Desa Prabu ini merupakan bagian dari komitmen ITDC untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang tumbuh seiring perkembangan sektor pariwisata di The Mandalika.General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, mengatakan bahwa pengembangan destinasi pariwisata tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan atraksi wisata, tetapi juga harus mampu menciptakan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Karena itu, peningkatan kapasitas UMKM menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat lokal dapat tumbuh bersama perkembangan kawasan.“Kami ingin semakin banyak UMKM lokal yang menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata The Mandalika. Melalui pelatihan ini, kami berharap pelaku usaha dapat memperkuat kualitas produk, meningkatkan kemampuan pemasaran digital, serta memperluas akses kemitraan dengan tenant, hotel, restoran, dan pelaku usaha pariwisata lainnya. Dengan demikian, manfaat ekonomi kawasan dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ujar Pari.Para peserta workshop merupakan UMKM binaan yang bergerak di berbagai sektor usaha, mulai dari produk olahan pangan, produk berbasis kelapa, hingga pertanian hidroponik. Beberapa di antaranya telah menunjukkan perkembangan positif dan mulai terhubung dengan ekosistem pariwisata di kawasan The Mandalika. Hasil pertanian hidroponik dari Kelompok Tani Hydroku, misalnya, telah memasok kebutuhan sejumlah tenant dan pelaku usaha kuliner di kawasan. Keterhubungan ini menunjukkan bagaimana pengembangan pariwisata dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga lokal melalui kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.Workshop menghadirkan Marketing Communication Pullman Lombok Mandalika Merujani Beach Resort, Ryan Rinaldy; Corporate Digital ITDC, Imam Khoirul; serta Public Community and Relation (PCR) The Mandalika, Adjat Sudrajat, sebagai narasumber. Para peserta memperoleh pembekalan mengenai pentingnya konten digital, strategi komunikasi pemasaran dan branding, pengembangan kemasan produk, hingga praktik membuat konten promosi yang bisa mendukung pemasaran produk UMKM secara lebih efektif.Melalui pelatihan tersebut, peserta diharap mampu meningkatkan visibilitas produk melalui platform digital, memperluas jaringan pemasaran, serta membuka akses kemitraan dengan tenant, hotel, restoran, dan pelaku usaha pariwisata di kawasan The Mandalika. Harapannya, upaya ini semakin memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal sekaligus menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan.Ketua Pokdarwis Monkey Cave Desa Prabu, Zaki Yurahman, yang turut menjadi salah satu peserta workshop, antusias mengikuti pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan itu memberikan wawasan baru yang sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha mikro untuk meningkatkan daya saing produk. “Selama ini kami lebih fokus pada produksi dan penjualan secara langsung. Melalui workshop ini kami mendapatkan banyak pengetahuan mengenai cara membangun branding, membuat konten promosi yang menarik, hingga memahami kebutuhan pasar yang terus berkembang. Kami berharap ilmu yang diperoleh bisa membantu produk kami menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.Selain pelatihan, pada kesempatan yang sama ITDC juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana berupa 10 unit tempat sampah kepada Pokdarwis Monkey Cave Desa Prabu. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengelolaan kebersihan dan peningkatan kualitas destinasi wisata Monkey Cave yang menjadi salah satu daya tarik wisata berbasis alam dan budaya di Desa Prabu.ITDC berharap dukungan sarana dan prasarana itu dapat membantu meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata Monkey Cave, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, nyaman, dan berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat yang mampu memberikan nilai tambah bagi lingkungan maupun perekonomian lokal.Ke depan, ITDC akan terus memperkuat pemberdayaan masyarakat dan UMKM desa penyangga melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, serta kemitraan strategis yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan akses pasar. Melalui pendekatan tersebut, ITDC berharap semakin banyak masyarakat lokal yang dapat berpartisipasi dalam ekosistem pariwisata The Mandalika, sehingga manfaat pertumbuhan kawasan dapat dirasakan secara lebih luas, berkelanjutan, inklusif, dan sesuai dengan komitmen perusahaan dalam pilar Empowering People.
Read MoreThe Mandalika, 10 Juni 2026 – Sebanyak 107 pembalap diperkirakan akan ambil bagian dalam penyelenggaraan Mandalika Festival of Speed (MFoS) Putaran Kedua, yang dirangkaikan dengan Kejuaraan Nasional Indonesia Touring Car Race (ITCR) 2026 di Mandalika International Circuit pada 12–14 Juni 2026. Kehadiran Kejurnas ITCR dalam Putaran Kedua MFoS menjadi momentum penting dalam mendukung pembinaan balap roda empat nasional sekaligus memperkuat ekosistem motorsport Indonesia. Sebagai salah satu Intellectual Property (IP) unggulan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Mandalika Festival of Speed (MFoS) tidak hanya menjadi ajang kompetisi balap roda empat, tetapi juga berperan sebagai wadah pengembangan talenta, tim balap, komunitas, serta pelaku industri otomotif nasional. Kehadiran Kejuaraan Nasional Indonesia Touring Car Race (ITCR) dalam MFoS menjadi bagian penting dalam menciptakan kompetisi yang berkelanjutan sekaligus memberikan ruang bagi para pembalap untuk bersaing di sirkuit berstandar internasional. Konsistensi penyelenggaraan MFoS juga menjadi bagian dari upaya MGPA dalam mengoptimalkan pemanfaatan Mandalika International Circuit sepanjang tahun. Melalui berbagai kejuaraan nasional yang digelar secara berkelanjutan, sirkuit ini tidak hanya menjadi tuan rumah ajang internasional, tetapi juga berkembang sebagai pusat aktivitas motorsport nasional yang mendukung pertumbuhan olahraga balap di Indonesia. Selama tiga hari penyelenggaraan, ajang balap roda empat ini akan menghadirkan berbagai aktivitas. Mulai dari sesi latihan, kualifikasi, balapan utama, hingga Time Attack. Sejumlah kelas yang berlaga antara lain Krida Agya One Make Race (OMR), Subaru BRZ Super Series, Superstars Sportscar Series, ITCR 1200cc, ITCR 1500cc, serta ISTCR 3600cc. Khusus pada kelas ISTCR 3600cc akan dipertandingkan kategori Kejurnas dan Non-Kejurnas. Kejuaraan Nasional ITCR 2026 dijembatani oleh Sunyoto Tsuyoshi Soejatmo atau lebih dikenal Sunny TS dari Racing Sun sebagai promotor. Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, mengatakan, MFoS terus berkembang sebagai salah satu ajang penting dalam pembinaan balap roda empat nasional. “Melalui MFoS dan Kejurnas ITCR, kami ingin memastikan Mandalika International Circuit tidak hanya menjadi tuan rumah event internasional, tetapi juga menjadi rumah bagi pembinaan dan pengembangan talenta motorsport nasional. Kami berharap penyelenggaraan ajang ini dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para pembalap untuk berkompetisi sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem motorsport Indonesia,” ujar Ananda. Senada dengan hal itu, Promotor Kejuaraan Nasional ITCR 2026, Sunyoto Tsuyoshi Soejatmo (Sunny TS), menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin dengan MGPA. “Sebagai promotor Kejuaraan Nasional, kami berharap kerja sama dengan MGPA dapat terus terjalin dengan baik dan memberikan manfaat bagi perkembangan motorsport Indonesia. Kehadiran MFoS yang dirangkaikan dengan Kejurnas ITCR menjadi platform penting bagi para pembalap untuk berkompetisi sekaligus memperkuat ekosistem motorsport dan industri otomotif nasional. Kami berharap Mandalika Festival of Speed dapat terus berkembang sebagai salah satu ajang balap nasional unggulan yang mendukung kemajuan motorsport Indonesia,” ungkapnya. Rangkaian kegiatan dimulai hari Jumat (12/6) yang difokuskan pada persiapan tim dan pengembangan performa kendaraan. Setelah inspeksi lintasan, para peserta akan menjalani sesi Time Attack serta latihan bebas untuk seluruh kategori balap. Pada Sabtu (13/6), persaingan akan mulai berlangsung melalui sesi kualifikasi untuk menentukan posisi start Race 1. Setelah kualifikasi, para pembalap akan menjalani balapan pertama pada masing-masing kelas, sebagai bagian dari perebutan poin kejuaraan. Puncak acara berlangsung pada Minggu (14/6) melalui sesi kualifikasi kedua dan Race 2 sebagai penentu perolehan poin serta posisi para pembalap di klasemen. Selain balapan, penonton pun dapat mengikuti kegiatan Pit Walk untuk melihat lebih dekat mobil balap, paddock tim, dan para pembalap. Sementara itu, opening ceremony akan menjadi bagian dari rangkaian acara yang menambah semarak penyelenggaraan MFoS Putaran Kedua dan Kejurnas ITCR 2026. Melalui penyelenggaraan Mandalika Festival of Speed Putaran Kedua dan Kejurnas ITCR 2026, MGPA berharap dapat terus menghadirkan ruang kompetisi yang berkelanjutan bagi para pembalap nasional, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi lahirnya talenta-talenta baru di dunia motorsport. Ajang ini juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya ekosistem motorsport yang melibatkan tim balap, komunitas, pelaku industri otomotif, serta berbagai pihak yang berkontribusi terhadap kemajuan olahraga balap di Indonesia secara menyeluruh. Seluruh rangkaian balapan bisa disaksikan langsung secara gratis oleh masyarakat di Grandstand A Mandalika International Circuit maupun melalui siaran langsung di kanal YouTube The Mandalika GP. Setelah Putaran Kedua, Mandalika Festival of Speed 2026 akan berlanjut dengan Putaran Ketiga yang dijadwalkan pada 14–16 Agustus 2026 dan Putaran Keempat tanggal 16–18 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit. Pantau terus informasi terbaru melalui:Instagram.com/themandalikagpfacebook.com/themandalikagpyoutube.com/@themandalikagptiktok.com/@themandalikagplinkedin.com/company/themandalikagp
Read MoreThe Mandalika, 07 Juni 2026 – The Mandalika terus diarahkan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah. Seiring semakin berkembangnya posisi destinasi ini sebagai sportstainment destination berkelas dunia, munculnya berbagai peluang ekonomi baru, aktivitas UMKM yang tumbuh, serta berkembangnya sektor jasa pariwisata, menjadi bagian dari transformasi yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. Keterlibatan stakeholders jadi elemen penting untuk memastikan setiap proses pembangunan, berlangsung secara inklusif dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.Sebagai bagian dari upaya tersebut, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama tim fasilitator dari Universitas Mataram (Unram) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Dampak dan Keberlanjutan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pada 3–4 Juni 2026 di Raja Hotel Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga mitra, bertujuan menghimpun masukan, pandangan, dan evaluasi terkait dampak serta keberlanjutan pengembangan KEK Mandalika. Melalui diskusi kelompok terarah yang berlangsung selama dua hari, para peserta berdialog dan bertukar perspektif guna memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan kawasan yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan, keterlibatan berbagai pihak merupakan elemen krusial dalam mengembangkan kawasan yang mampu memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah."Kami meyakini bahwa keberlanjutan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur atau pertumbuhan investasi, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat dan para pemangku kepentingan dapat terlibat serta merasakan manfaat dari proses yang berlangsung. Karena itu, forum seperti ini menjadi ruang penting untuk mendengarkan berbagai perspektif, mengevaluasi dampak yang telah dirasakan, serta mengidentifikasi peluang perbaikan dan penguatan ke depan. Masukan yang disampaikan akan menjadi referensi berharga bagi kami dalam memastikan The Mandalika terus tumbuh sebagai destinasi yang inklusif, berdaya saing, dan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi daerah maupun masyarakat sekitar," ujar Troy. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., beserta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan guna memastikan pengembangan KEK Mandalika berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat, pembangunan daerah, serta arah pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah. Sejalan dengan upaya pengembangan kawasan yang berkelanjutan, ITDC juga menjalankan Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Project (MUTIP), proyek yang didukung melalui skema pendanaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), lembaga pembangunan multilateral. MUTIP adalah proyek pengembangan infrastruktur dasar dan fasilitas pariwisata di kawasan The Mandalika dengan tujuan memperkuat konektivitas, utilitas kawasan, dan juga mendukung pengembangan destinasi yang berkelanjutan. Melalui proyek itu, berbagai infrastruktur strategis telah dibangun untuk mendukung pertumbuhan kawasan, mulai dari jalan kawasan, utility corridor, sistem penyediaan air bersih, drainase dan pengendalian banjir, fasilitas mitigasi bencana, hingga pengembangan fasilitas publik serta infrastruktur pendukung masyarakat. Selain meningkatkan kesiapan kawasan sebagai destinasi sportstainment berkelas dunia, pembangunan tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Dalam forum tersebut, para peserta juga menyampaikan pandangannya mengenai perubahan dan perkembangan yang terjadi di kawasan. Salah satu perwakilan tokoh masyarakat, Rata Wijaya, yang aktif mengikuti perjalanan The Mandalika, memaparkan, kehadiran kawasan tersebut telah membawa transformasi yang dirasakan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari meningkatnya aktivitas ekonomi, terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja baru, hingga semakin luasnya keterlibatan masyarakat dalam ekosistem pariwisata, yang sebelumnya belum tersedia. "Masyarakat saat ini memiliki lebih banyak pilihan mata pencaharian dibanding sebelumnya. Selain sektor pertanian dan perikanan yang tetap menjadi basis ekonomi masyarakat, kini juga berkembang sektor UMKM, jasa, kuliner, dan aktivitas pariwisata lainnya. Ke depan, kami berharap masyarakat lokal terus mendapatkan ruang untuk berkembang sehingga manfaat pengembangan kawasan dapat dirasakan secara lebih luas," ungkapnya. Selama dua hari pelaksanaan, peserta FGD mendiskusikan berbagai tema strategis yang berkaitan dengan pengembangan kawasan, antara lain pengembangan pariwisata dan dampaknya pada masyarakat, peluang kerja dan pengembangan ekonomi lokal, keberlanjutan mata pencaharian dan kearifan lokal, pengembangan masyarakat, serta penguatan keterlibatan pemangku kepentingan. Partisipasi berbagai unsur stakeholders dalam forum ini mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pembangunan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola yang baik. Masukan dan perspektif yang disampaikan dalam forum, diharap dapat menjadi referensi dalam mendukung pengembangan The Mandalika yang semakin inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. "Ke depan, tantangan pengelolaan destinasi akan semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi yang semakin erat antar pemangku kepentingan. Karena itu, ITDC akan terus membuka ruang dialog dan partisipasi untuk memastikan setiap langkah pengembangan The Mandalika mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Inilah fondasi penting bagi keberlanjutan kawasan dalam jangka panjang," tutup Troy.
Read MoreBALI (7/6) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, dan berbagai mitra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk semakin mengenali pentingnya peran laut dan mengambil bagian dalam aksi nyata menjaga keberlanjutannya melalui peringatan World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026 yang diselenggarakan di Peninsula Island, ITDC Nusa Dua, Bali, Minggu (7/6). Mengusung tema “Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu”, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya ekosistem laut bagi kehidupan, serta memperkuat dukungan terhadap upaya konservasi dan pembangunan ekonomi biru. Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, mengatakan bahwa laut Indonesia memiliki peran strategis sebagai sumber pangan, penggerak ekonomi, sekaligus penyangga keseimbangan lingkungan. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama lintas sektor yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Menurut Koswara, KKP terus memperkuat implementasi kebijakan ekonomi biru melalui berbagai program prioritas, antara lain perluasan kawasan konservasi, rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut, pengembangan karbon biru, serta pengendalian sampah laut melalui Program Laut Sehat Bebas Sampah. Berbagai upaya tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. “Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga keberlanjutan laut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, mitra, akademisi, hingga masyarakat khususnya generasi muda, untuk bersama-sama mewujudkan masa depan laut Indonesia yang lebih produktif dan lestari,” ujar Koswara. Sementara itu, Chief Conservation Officer, WWF-Indonesia, Dewi Lestari Yani Rizki, menegaskan bahwa kesehatan ekosistem laut merupakan fondasi bagi ketahanan pangan, ekonomi, dan iklim Indonesia, khususnya di kawasan Segitiga Terumbu Karang yang dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia. “Menjaga laut berarti menjaga masa depan bangsa Indonesia. Di jantung Segitiga Terumbu Karang, ekosistem pesisir dan laut menopang ketahanan pangan, mata pencaharian, serta ketahanan iklim bagi jutaan masyarakat. Karena itu, melalui momentum ini WWF-Indonesia bersama KKP dan mitra lainnya memperkuat berbagai aksi nyata, mulai dari pengurangan sampah plastik dari sumbernya, pemulihan habitat penting, hingga pengembangan ekonomi biru yang adil dan berkelanjutan. Melalui tema ‘Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu’, kami mengajak generasi muda untuk tidak hanya belajar tentang laut, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya menjaganya,” ujar Dewi.Berbagai kegiatan edukatif dan interaktif diselenggarakan dalam peringatan ini, antara lain workshop, talkshow, pameran, kampanye pengurangan sampah laut, serta Festival Layang-Layang Spesies Laut 3D. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan pendekatan learning by fun agar masyarakat dapat memahami isu-isu kelautan melalui pengalaman yang menarik, partisipatif, dan mudah dipahami. Melalui momentum World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026, KKP berharap semakin banyak masyarakat memahami keterkaitan antara kondisi ekosistem laut dengan ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas lingkungan. Kesadaran tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku dan memperkuat gerakan bersama dalam menjaga sumber daya kelautan Indonesia untuk generasi mendatang. Sementara itu, General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan, “Kami merasa terhormat bahwa Peninsula Island, The Nusa Dua dipercaya sebagai lokasi penyelenggaraan World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026. Kepercayaan ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjadikan destinasi pariwisata tidak hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai wadah edukasi, kolaborasi, dan aksi nyata untuk keberlanjutan lingkungan. Sebagai kawasan pariwisata terintegrasi yang mengedepankan prinsip sustainable tourism, The Nusa Dua terus mendorong berbagai inisiatif pelestarian lingkungan, termasuk pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, konservasi kawasan pesisir, serta peningkatan kesadaran lingkungan bagi wisatawan dan masyarakat. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, kami berharap semakin banyak pihak terinspirasi untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan laut sebagai aset strategis yang mendukung keberlanjutan pariwisata, ekonomi, dan kualitas hidup generasi mendatang,” imbuhnya. Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat terkait dengan kesehatan lautnya. Karena itu, melalui kebijakan ekonomi biru, pemerintah mendorong pengelolaan laut yang produktif sekaligus lestari, sehingga manfaatnya dapat terus dinikmati oleh masyarakat dari generasi ke generasi.
Read MoreThe Golo Mori, 5 Juni 2026 – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2026, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menggelar kegiatan “KolaborAksi: Golo Mori Bersih, Golo Mori Asri” di area pesisir Desa Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (5/6). Acara ini merupakan bagian dari komitmen ITDC dalam menjaga kualitas lingkungan kawasan The Golo Mori sebagai destinasi marine-based MICE tourism yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.KolaborAksi melibatkan sekitar 50 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan stakeholders kawasan. Antara lain tim SBU The Golo Mori, tim Golo Mori Convention Center (GMCC), perangkat dan masyarakat Desa Golo Mori, serta BUMDes Golo Mori. Keterlibatan berbagai pihak tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.Aksi bersih-bersih difokuskan di sepanjang jalan kawasan pesisir, area parkir, serta Pantai Pasir Panjang yang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat dan wisatawan. Selain menjaga kebersihan kawasan, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan pesisir sebagai bagian dari upaya menjaga daya tarik destinasi wisata berkelanjutan. Tingginya aktivitas masyarakat dan wisatawan di kawasan pesisir, terutama pada momentum libur Iduladha, semakin menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan.Selain membersihkan sampah, para peserta juga memilah sampah berdasarkan jenisnya, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga sampah plastik yang sangat berpotensi mencemari lingkungan pesisir dan laut. Pembersihan saluran air turut dilakukan sebagai langkah konkret menjaga kualitas lingkungan serta mendukung fungsi drainase kawasan.General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto mengatakan, pelestarian lingkungan menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan The Golo Mori sebagai destinasi marine-based MICE tourism yang berkelanjutan. Menurutnya, menjaga kebersihan kawasan bukan hanya tentang menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pengunjung, tetapi juga tentang membangun kesadaran bersama untuk melindungi sumber daya alam yang menjadi aset utama kawasan dan masyarakat setempat.“Melalui KolaborAksi, kami ingin menumbuhkan semangat kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan. The Golo Mori memiliki kekayaan alam yang menjadi daya tarik utama kawasan, sehingga upaya menjaganya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kami percaya bahwa kolaborasi antara pengelola kawasan, masyarakat, pelaku usaha, dan pengunjung merupakan fondasi penting dalam mewujudkan destinasi yang bersih, lestari, dan berkelanjutan. Dengan keterlibatan seluruh pihak, kami berharap nilai-nilai kepedulian lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi budaya yang mendukung pengembangan kawasan dalam jangka panjang,” ujar Aji.Kegiatan ini juga sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future”, yang diusung oleh United Nations Environment Programme (UNEP), sebagai ajakan global untuk mendorong aksi nyata dalam menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim. Bagi ITDC, pelestarian lingkungan merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan destinasi pariwisata yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.Melalui program KolaborAksi yang dilaksanakan secara berkelanjutan, ITDC berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam mewujudkan kawasan The Golo Mori yang bersih, hijau, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi perusahaan dalam menghadirkan destinasi pariwisata kelas dunia yang memberi manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.
Read MoreThe Nusa Dua, 05 Juni 2026 – Kawasan The Nusa Dua yang dikelola InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) akan menjadi tuan rumah event World Ocean Day & Coral Triangle Day 2026 pada 7 Juni 2026 di Peninsula Island, The Nusa Dua, Bali. Kegiatan yang diperkirakan diikuti 1.000 peserta ini menjadi momentum kolaborasi sejumlah pihak dalam mendorong pelestarian ekosistem laut sekaligus memperkuat implementasi ekonomi biru berkelanjutan di Indonesia.Diselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali, WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ, serta beberapa mitra strategis lainnya, peringatan tahun ini mengusung tema “Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu”. Berbagai kegiatan akan digelar, mulai dari aksi konservasi, edukasi lingkungan, dialog lintas generasi, hingga festival publik yang melibatkan masyarakat luas.Sebelum acara puncak berlangsung, rangkaian kegiatan telah dilaksanakan di Alor, Kupang, Wakatobi, Sumbawa, dan berbagai wilayah Indonesia lainnya. Antara lain melalui aksi bersih pantai, penanaman mangrove, edukasi pesisir, dan kampanye pelestarian laut sebagai bentuk partisipasi kolektif dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan nasional.Sebagai destinasi pariwisata terintegrasi yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), The Nusa Dua dinilai mempunyai keselarasan kuat dengan semangat penyelenggaraan kegiatan ini. Berlokasi di area pesisir Bali yang dikenal sebagai salah satu tujuan pariwisata unggulan Indonesia, Peninsula Island menawarkan ruang terbuka yang representatif untuk menyelenggarakan kegiatan publik sekaligus menjadi simbol harmonisasi antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyebut, pengelolaan World Ocean Day & Coral Triangle Day 2026 memperkuat peran kawasan pariwisata dalam mendukung agenda keberlanjutan nasional dan global."Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan World Ocean Day & Coral Triangle Day 2026. Kegiatan ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian laut membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk sektor pariwisata. Sebagai kawasan yang tumbuh dan berkembang berdampingan dengan lingkungan pesisir, The Nusa Dua memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong praktik pengelolaan destinasi yang berkelanjutan serta mendukung berbagai inisiatif yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya.Melalui penyelenggaraan acara ini, ITDC ikut mendukung berbagai agenda nasional hingga internasional terkait konservasi laut, perlindungan keanekaragaman hayati, pengurangan sampah plastik, serta penguatan ekonomi biru. Keterlibatan pemerintah, organisasi lingkungan, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan generasi muda diharapkan dapat memperkuat gerakan bersama dalam menjaga kesehatan laut Indonesia sebagai salah satu aset strategis bangsa.Selain menjadi ruang edukasi dan kampanye publik, kegiatan ini juga memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai destinasi yang mendukung penyelenggaraan event berkelanjutan. Keterlibatan UMKM, komunitas lokal, organisasi lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi wujud kolaborasi dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan laut.Sebagai kawasan pariwisata yang tumbuh berdampingan dengan lingkungan pesisir, The Nusa Dua terus mendorong berbagai inisiatif yang mengedepankan edukasi, konservasi, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan laut. Melalui World Ocean Day & Coral Triangle Day 2026, ITDC ingin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan kepedulian terhadap laut sebagai bagian dari tindakan sehari-hari."Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih mengenal laut, memahami perannya bagi kehidupan, dan mengambil bagian dalam upaya pelestariannya. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. Karena itu, menjaga laut bukan hanya agenda lingkungan, tetapi investasi bagi masa depan pariwisata, ekonomi, dan generasi mendatang," tutup Agus.
Read More