The Golo Mori, 1 Agustus 2026 - Suasana Golo Mori Convention Center (GMCC) pada Sabtu (1/8) sore, dipenuhi semangat pelestarian budaya lokal melalui pertunjukan Gemilang Seni, sebuah pagelaran seni budaya yang digagas mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026.PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui The Golo Mori, mendukung penyelenggaraan Gemilang Seni sebagai salah satu upaya mendorong pelestarian seni budaya sekaligus memperkuat kolaborasi ITDC dengan masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan Teno Amphitheater sebagai lokasi kegiatan beserta berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang kelancaran penyelenggaraan acara.Diselenggarakan dengan latar panorama matahari terbenam khas Golo Mori, Gemilang Seni menghadirkan beragam pertunjukan budaya yang memukau, mulai dari Tari Kentau, Tari Sirih Pinang, Tari Songke Manggarai, Tari Rangkuk Alu, pembacaan puisi, pidato, hingga pertunjukan teater. Seluruh penampilan dibawakan oleh 27 warga kolaborasi Desa Golo Mori dan Desa Warloka Pesisir dari berbagai kelompok usia, mencerminkan semangat kebersamaan lintas generasi dalam menjaga warisan budaya daerah.Sebanyak 150 penonton dari masyarakat, wisatawan, perwakilan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan, pemerintah desa, serta para pemangku kepentingan tampak antusias menyaksikan setiap penampilan yang disuguhkan sepanjang acara.General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, mengatakan, The Golo Mori tidak sekadar dikembangkan sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang mendorong pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat."The Golo Mori kami kembangkan bukan hanya sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang bisa memberi manfaat bagi masyarakat. Melalui Gemilang Seni, kami ingin memberikan panggung bagi budaya lokal agar tetap hidup, dikenal lebih luas, dan menjadi bagian dari pengalaman yang dirasakan setiap pengunjung. Kami percaya, destinasi yang berkelanjutan adalah destinasi yang tumbuh bersama masyarakat dan budayanya,” ujar Aji.Ketua Program Gemilang Seni, Kania Azaliaputri Tofani, mengapresiasi kolaborasi bersama ITDC melalui The Golo Mori dalam penyelenggaraan Gemilang Seni. "Kami sangat bersyukur atas dukungan dari ITDC melalui The Golo Mori sehingga Gemilang Seni dapat terlaksana dengan baik. Semoga kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk terus melestarikan budaya lokal sekaligus mengenalkannya kepada masyarakat luas dan para pengunjung," tutur Kania.Gemilang Seni merupakan salah satu program KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 di Kecamatan Komodo yang mengangkat seni dan budaya sebagai media pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan masyarakat lokal, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikannya.Sebagai fasilitas MICE utama di kawasan The Golo Mori, Golo Mori Convention Center (GMCC) terus mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi kawasan dan masyarakat, mulai dari konferensi, forum bisnis, kegiatan komunitas, hingga pertunjukan seni dan budaya.Melalui kolaborasi bersama masyarakat, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, ITDC melalui The Golo Mori berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang kolaborasi yang mendukung pelestarian budaya, memperkuat peran masyarakat lokal dalam pengembangan destinasi, serta memperkaya pengalaman pengunjung di kawasan The Golo Mori.
Read MoreJakarta, 31 Juli 2026 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) memperkuat kolaborasi dalam menyukseskan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui penandatanganan kerja sama pembelian 8.000 tiket kategori Premium Grand Stand zona B, C, J dan K di Pertamina Mandalika International Circuit.Kolaborasi ini menjadi bentuk dukungan nyata kedua belah pihak terhadap perkembangan olahraga otomotif nasional sekaligus mengajak masyarakat memberikan dukungan langsung kepada Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang akan membawa nama Indonesia pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026.Melalui kemitraan strategis ini, kedua pihak berkomitmen menjadikan Pertamina Grand Prix of Indonesia sebagai platform pengembangan olahraga otomotif nasional yang memberikan manfaat berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas pembinaan dan penguatan branding pembalap Indonesia di panggung internasional, pengembangan destinasi sport tourism dan peningkatan kunjungan wisata, peningkatan pendapatan daerah melalui multiplier effect penyelenggaraan MotoGP, hingga peningkatan jumlah penonton sebagai fondasi keberlanjutan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia serta penguatan posisi Indonesia sebagai tuan rumah ajang motorsport kelas dunia.Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Moreno Soeprapto, mengatakan, kerja sama ini merupakan komitmen IMI untuk menjadi mitra strategis dalam mendukung penyelenggaraan MotoGP Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem olahraga otomotif nasional melalui penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.“MotoGP Indonesia bukan hanya menghadirkan balapan kelas dunia, tetapi juga menjadi panggung bagi putra-putra terbaik bangsa untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan publik sendiri. Kami berharap ajang ini mampu mendorong lahirnya pembalap-pembalap muda Indonesia, meningkatkan eksposur dan branding pembalap nasional, serta memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki talenta yang mampu bersaing di level internasional," ungkap Moreno.Kerja sama menjadi bagian dari upaya memperkuat kampanye Semangat Indonesia Mendunia, serta merupakan langkah strategis ITDC dan IMI dalam memperkuat ekosistem olahraga otomotif nasional melalui penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Penandatanganan pembelian 8.000 tiket bukan sekadar bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan MotoGP Indonesia, tetapi juga menjadi komitmen bersama untuk memperluas partisipasi masyarakat, memperkuat branding pembalap Indonesia, serta menjadikan MotoGP sebagai penggerak sport tourism dan pertumbuhan ekonomi nasional.Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, menjelaskan, kolaborasi bersama IMI merupakan langkah strategis untuk membangun antusiasme masyarakat sekaligus memperkuat penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia sebagai salah satu agenda sport tourism unggulan nasional."Sinergi bersama IMI menunjukkan bahwa kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak. Kehadiran Mario Aji dan Veda Ega sebagai Indonesian Heroes menjadi momentum yang sangat penting untuk membangun kebanggaan nasional sekaligus menginspirasi lahirnya generasi pembalap Indonesia berikutnya. Kami berharap semakin banyak masyarakat hadir langsung di Mandalika untuk memberikan dukungan kepada para pembalap Indonesia serta nantinya dapat memberikan multiplier effect yang semakin besar bagi perekonomian daerah," kata Troy.ITDC dan IMI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadi bagian dari perhelatan MotoGP tahun ini dengan hadir langsung di Pertamina Mandalika International Circuit serta memberikan dukungan kepada para pembalap Indonesia. Penjualan Presale 1 masih menawarkan harga spesial sebelum memasuki fase penjualan berikutnya.Saat ini, penjualan tiket Presale 1 masih berlangsung dengan penawaran harga spesial berupa potongan hingga 30 persen untuk kategori Grandstand dan hingga 20 persen untuk kategori VIP Hospitality. Masyarakat dapat memanfaatkan periode ini untuk memperoleh tiket dengan harga terbaik sebelum memasuki fase penjualan berikutnya.Adapun harga tiket selama periode Presale 1 adalah sebagai berikut:Regular Grandstand (Zona E, G, H, I): Rp280.000 (harga normal Rp400.000)Premium Grandstand Zona A: Rp1.225.000 (harga normal Rp1.750.000)Premium Grandstand Zona B, C, J, K: Rp630.000 (harga normal Rp900.000)VIP Hospitality – Deluxe Class: Rp12.000.000VIP Hospitality – Luxury Tent T1: Rp6.200.000Selain melakukan pembelian tiket, masyarakat juga dapat mengunjungi Giant Helmet untuk memperoleh informasi lengkap mengenai kategori tiket, jadwal penyelenggaraan, serta berbagai informasi seputar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Kehadiran Giant Helmet di Sarinah diharapkan menjadi salah satu ikon promosi yang menghadirkan atmosfer MotoGP di ruang publik sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat menjelang race week.Giant Helmet Ticket Booth di Sarinah melayani pembelian tiket dan penyampaian informasi setiap hari, Senin–Kamis pukul 11.00–19.00 WIB, Jumat pukul 12.30–20.30 WIB, Sabtu pukul 12.00–20.00 WIB, dan Minggu pukul 08.00–20.30 WIB.Informasi lengkap mengenai kategori tiket, syarat dan ketentuan, serta pembelian tiket juga dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina Grand Prix of Indonesia - www.themandalikagp.com atau GOERS.
Read MoreThe Nusa Dua, 30 Juli 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), melalui Program Community Development The Nusa Dua menjalin kolaborasi strategis dengan Yayasan Owl Tower Bali untuk mengembangkan pertanian organik berbasis konservasi lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati (biodiversity) di Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.Kolaborasi yang diwujudkan melalui pemanfaatan burung hantu Tyto Alba sebagai predator alami pengendali hama tikus ini, bertujuan untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.Sebagai bagian dari program tersebut, ITDC menyalurkan bantuan berupa 10 unit Rumah Burung Hantu (RUBUHA), 1 unit kandang adaptasi berukuran 3 x 2 meter, serta paket pakan awal selama 14 hari yang terdiri atas jangkrik dan 84 ekor tikus. Sementara itu, Yayasan Owl Tower Bali yang dipimpin oleh dr. I Wayan Wirawan, S.Ked., M.M. menyerahkan sepasang burung hantu jenis Tyto Alba yang akan dibudidayakan sebagai predator alami untuk mengendalikan populasi hama tikus di area persawahan. Program ini menjadi salah satu bentuk penerapan solusi berbasis alam (nature-based solution) dalam mendukung praktik pertanian organik yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan, kolaborasi ini merupakan implementasi nyata komitmen ITDC dalam menciptakan creating shared value, di mana keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pengembangan kawasan pariwisata, tetapi juga dari kontribusi nyata yang mampu diberikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar."Kami percaya bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui pengelolaan destinasi pariwisata, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap sektor pertanian, yang menjadi bagian penting dari ekosistem pembangunan daerah. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat membantu petani mengendalikan hama secara alami, mendukung pelestarian biodiversity, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus menciptakan nilai bersama yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan daerah," ujar Agus.Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini juga mencerminkan komitmen ITDC untuk terus memperluas dampak positif perusahaan melalui berbagai program Community Development yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, konservasi ekosistem daratan, dan penguatan kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.Pendiri Yayasan Owl Tower Bali, dr. I Wayan Wirawan, S.Ked., M.M., menjelaskan, burung hantu Tyto Alba merupakan salah satu predator alami paling efektif dalam mengendalikan populasi tikus sawah. Seekor burung hantu dewasa mampu memangsa beberapa ekor tikus setiap malam sehingga menjadi solusi pengendalian hama yang efektif tanpa merusak keseimbangan ekosistem maupun mencemari lingkungan akibat penggunaan bahan kimia."Pemanfaatan burung hantu sebagai pengendali hayati telah terbukti mampu membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap racun tikus. Selain lebih ramah lingkungan, metode ini juga mendukung terciptanya ekosistem pertanian yang lebih sehat, menjaga keseimbangan rantai makanan, serta mendukung pelestarian keanekaragaman hayati," jelas dr. I Wayan Wirawan.Apresiasi turut disampaikan Ketua Kelompok Tani Desa Kedisan, I Putu Yoga Wibawa, yang mengucapkan terima kasih atas dukungan ITDC dan Yayasan Owl Tower Bali kepada para petani di Desa Kedisan. Menurutnya, bantuan Rumah Burung Hantu (RUBUHA) beserta burung hantu Tyto alba menjadi solusi yang sangat dibutuhkan karena sejalan dengan upaya pengembangan pertanian organik yang lebih sehat, produktif, dan ramah lingkungan tanpa bergantung pada penggunaan bahan kimia untuk pengendalian hama."Program ini diyakini akan memberikan manfaat nyata dalam mengurangi serangan hama tikus, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem persawahan. Fasilitas yang telah diberikan akan dirawat dan dimanfaatkan secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh anggota kelompok tani. Besar harapan, inisiatif ini juga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih berwawasan lingkungan dan mendukung pelestarian alam," ungkap I Putu Yoga Wibawa.=Penggunaan burung hantu sebagai agen pengendali hayati telah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan dibandingkan penggunaan racun tikus. Selain efektif mengendalikan populasi hama, metode ini turut menjaga keseimbangan ekosistem, mempertahankan kesuburan tanah, melindungi organisme non-target di lingkungan persawahan, serta mendukung produksi pangan yang lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi.Inisiatif ini merupakan wujud komitmen ITDC dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Sebagai pengembang dan pengelola destinasi pariwisata, ITDC meyakini bahwa keberlanjutan pariwisata berjalan seiring dengan keberlanjutan sektor pertanian dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, melalui Program Community Development, ITDC terus membangun kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama Yayasan Owl Tower Bali, untuk mengembangkan pertanian organik berbasis konservasi lingkungan, melestarikan keanekaragaman hayati (biodiversity), meningkatkan produktivitas pertanian yang ramah lingkungan, serta menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di bidang lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya.“Sejalan dengan visi perusahaan dalam mengembangkan destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, ITDC akan terus memperluas kemitraan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai fondasi masa depan pariwisata Indonesia,” tutup Agus.
Read MoreJakarta, 29 Juli 2026 – Masyarakat kini semakin mudah mendapatkan tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Untuk mendekatkan pengalaman MotoGP kepada publik, Giant Helmet Ticket Booth resmi hadir di Sarinah, Jakarta, sebagai titik penjualan tiket secara langsung yang akan beroperasi hingga 16 Agustus 2026.Mengusung konsep instalasi berbentuk helm balap raksasa, Giant Helmet tidak hanya menjadi lokasi pembelian tiket, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi bagi masyarakat untuk memperoleh informasi seputar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.Pengunjung Giant Helmet dapat berkonsultasi langsung mengenai berbagai kategori tiket, memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, hingga melakukan pembelian tiket secara langsung dengan pendampingan dari petugas yang siap membantu. Kehadiran booth ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam merencanakan pengalaman menyaksikan aksi para pebalap terbaik dunia di Pertamina Mandalika International Circuit.Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, mengatakan, kehadiran Giant Helmet di Sarinah merupakan bagian dari upaya menghadirkan Pertamina Grand Prix of Indonesia lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan kemudahan dalam memperoleh tiket."Kehadiran Giant Helmet di Sarinah merupakan upaya kami menghadirkan Pertamina Grand Prix of Indonesia lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin perjalanan menuju race week dimulai sejak sekarang, melalui berbagai titik interaksi yang memudahkan publik mendapatkan informasi sekaligus membeli tiket. Dengan masih berlangsungnya Presale 1, ini menjadi momentum terbaik bagi para penggemar untuk merencanakan pengalaman menyaksikan langsung salah satu ajang olahraga terbesar di Indonesia," ujar Troy.Menurut Troy, keberadaan Giant Helmet juga menjadi bagian dari strategi membangun antusiasme masyarakat menjelang penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus memperluas jangkauan promosi melalui ruang publik yang mudah diakses. Aktivasi ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih dekat bagi masyarakat sekaligus memperkuat gaung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia sebagai salah satu agenda sport tourism unggulan nasional.Penjualan tiket Presale 1 masih berlangsung dengan penawaran harga spesial berupa potongan hingga 30 persen untuk kategori Grandstand dan hingga 20 persen untuk kategori VIP Hospitality. Masyarakat dapat memanfaatkan periode ini untuk memperoleh tiket dengan harga terbaik sebelum memasuki fase penjualan berikutnya.Adapun harga tiket selama periode Presale 1 adalah sebagai berikut:Regular Grandstand (Zona E, G, H, I): Rp280.000 (harga normal Rp400.000)Premium Grandstand Zona A: Rp1.225.000 (harga normal Rp1.750.000)Premium Grandstand Zona B, C, J, K: Rp630.000 (harga normal Rp900.000)VIP Hospitality – Deluxe Class: Rp12.000.000VIP Hospitality – Luxury Tent T1: Rp6.200.000Selain melakukan pembelian tiket, masyarakat juga dapat mengunjungi Giant Helmet untuk memperoleh informasi lengkap mengenai kategori tiket, jadwal penyelenggaraan, serta berbagai informasi seputar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Kehadiran Giant Helmet di Sarinah diharapkan menjadi salah satu ikon promosi yang menghadirkan atmosfer MotoGP di ruang publik sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat menjelang race week.Giant Helmet Ticket Booth di Sarinah melayani pembelian tiket dan penyampaian informasi setiap hari, Senin-Kamis pukul 11.00–19.00 WIB, Jumat pukul 12.30-20.30 WIB, Sabtu pukul 12.00-20.00 WIB, dan Minggu pukul 08.00-20.30 WIB.Informasi lengkap mengenai kategori tiket, syarat dan ketentuan, serta pembelian tiket juga dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina Grand Prix of Indonesia - www.themandalikagp.com atau GOERS.
Read MoreThe Nusa Dua, 28 Juli 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), terus memperkuat daya saing kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia melalui penyelenggaraan berbagai agenda olahraga, budaya, MICE, hiburan, dan gaya hidup yang berlangsung sepanjang tahun 2026. Sebagai kawasan pariwisata terintegrasi berstandar internasional, The Nusa Dua secara konsisten menghadirkan beragam aktivitas sebagai bagian dari strategi destination activation untuk menciptakan destinasi yang hidup (living destination), memperkaya pengalaman wisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi pelaku usaha dan masyarakat.Memasuki bulan Agustus 2026, The Nusa Dua kembali menghadirkan sejumlah agenda unggulan yang dapat dinikmati wisatawan maupun masyarakat. Mulai 1 Agustus 2026, ITDC menghadirkan Cipta Rwa Loka, pertunjukan seni budaya Bali yang akan digelar secara rutin setiap hari Sabtu pukul 19.00–20.00 WITA di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua. Dengan harga tiket Rp250.000 per orang, pertunjukan ini menawarkan kekayaan seni pertunjukan Bali dalam kemasan yang autentik dan modern, sekaligus memperkaya pilihan aktivitas malam di kawasan. Selanjutnya, BRI Nusa Dua Eco Culture Market pada 8–9 Agustus 2026 akan menghadirkan perpaduan produk kreatif, budaya lokal, kuliner, serta gaya hidup berkelanjutan di Peninsula Island. Rangkaian agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan Amman Men's World Tennis Championship (UTR) pada 17–23 Agustus 2026 di Bali Beach Country Club, yang akan mempertemukan atlet tenis dari berbagai negara, serta Amman Men's World Tennis Championship (M15) pada 31 Agustus hingga 6 September 2026, yang semakin mempertegas posisi The Nusa Dua sebagai salah satu destinasi penyelenggara ajang olahraga bertaraf internasional.Rangkaian agenda tersebut melanjutkan keberhasilan penyelenggaraan Bank BPD Bali Culture Run 2026 yang digelar di Peninsula Island pada Minggu (26/7). Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, ajang lari yang diikuti sekitar 4.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara ini sukses menghadirkan pengalaman yang memadukan olahraga, budaya, hiburan, dan keberlanjutan. Diselenggarakan oleh PT Vinda Creative Event bersama PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) sebagai mitra utama, Bank BPD Bali Culture Run 2026 mengusung tema "Menjejak Bumi, Lestari Harmoni", yang mengajak peserta menikmati kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep pariwisata yang harmonis antara manusia, alam, dan budaya.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan bahwa penyelenggaraan event secara konsisten merupakan bagian dari strategi ITDC dalam meningkatkan kualitas destinasi melalui penciptaan aktivitas yang mampu menarik kunjungan wisatawan, memperpanjang length of stay, meningkatkan belanja wisatawan, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di dalam kawasan maupun masyarakat sekitar."ITDC terus berkomitmen menghadirkan The Nusa Dua sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan akomodasi dan fasilitas kelas dunia, tetapi juga menjadi panggung bagi berbagai event berkualitas yang mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap. Keberhasilan Bank BPD Bali Culture Run menunjukkan bagaimana olahraga dapat dipadukan dengan budaya, hiburan, serta prinsip keberlanjutan untuk menciptakan nilai tambah bagi destinasi sekaligus memperkuat citra The Nusa Dua sebagai destinasi yang dinamis dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional," ujar Agus Dwiatmika.Menurutnya, keberhasilan Bank BPD Bali Culture Run 2026 menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event berkualitas mampu memberikan multiplier effect bagi sektor pariwisata, mulai dari meningkatnya okupansi hotel, aktivitas restoran dan tenant komersial, penggunaan jasa transportasi, hingga terbukanya peluang usaha bagi UMKM lokal. Oleh karena itu, ITDC terus memperkuat implementasi event calendar sepanjang tahun sebagai strategi untuk mengoptimalkan potensi kawasan dan memperkokoh positioning The Nusa Dua sebagai Bali's Finest Family-Friendly Resort Haven. ITDC optimistis penyelenggaraan berbagai event olahraga, budaya, MICE, hiburan, dan gaya hidup akan semakin meningkatkan daya saing pariwisata Bali sekaligus mendukung pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Read MoreThe Mandalika, 26 Juli 2026 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga nasional melalui penyediaan fasilitas kawasan The Mandalika sebagai venue penyelenggaraan empat cabang olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat Tahun 2026. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya ITDC mengoptimalkan pemanfaatan kawasan The Mandalika sebagai kawasan sport tourism yang aktif sepanjang tahun sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.Dalam pelaksanaan Porprov XII NTB 2026, ITDC menyediakan sejumlah fasilitas kawasan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan empat cabang olahraga. Area Parkir VIP Deluxe Pertamina Mandalika International Circuit dimanfaatkan sebagai venue cabang olahraga sepatu roda pada 16–25 Juli 2026, Lapangan Voli Pantai Kuta Beach Park The Mandalika menjadi lokasi pertandingan cabang olahraga voli pantai pada 19–26 Juli 2026, Batu Kotak, Tanjung Aan menjadi venue cabang olahraga triathlon pada 21–24 Juli 2026, sementara cabang olahraga aerosport nomor terjun payung memanfaatkan area Mandalika Airstrip sebagai titik pendaratan pada 16–18 Juli 2026.General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, mengatakan bahwa dukungan terhadap penyelenggaraan Porprov NTB merupakan bagian dari komitmen ITDC dalam menghadirkan kawasan yang mampu memberikan manfaat berkelanjutan, tidak hanya sebagai lokasi penyelenggaraan event internasional, tetapi juga sebagai ruang pembinaan olahraga nasional dan daerah.“The Mandalika kami kembangkan sebagai kawasan yang mampu mendukung berbagai aktivitas olahraga sepanjang tahun. Melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Porprov NTB, kami ingin memperkuat peran The Mandalika sebagai kawasan sport tourism yang aktif dan berdaya saing, sekaligus memberikan ruang bagi pembinaan atlet dan pengembangan berbagai cabang olahraga di Nusa Tenggara Barat. Dukungan ini juga menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mendukung kesiapan NTB sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTB–NTT Tahun 2028,” ujar Pari Wijaya.Lebih lanjut, Pari menjelaskan bahwa penyelenggaraan berbagai cabang olahraga di kawasan The Mandalika juga menjadi momentum untuk terus membangun ekosistem sport tourism yang terintegrasi dengan sektor pariwisata, hiburan, dan budaya. Kehadiran atlet, ofisial, pendukung, serta masyarakat yang mengikuti berbagai rangkaian kegiatan diharapkan turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat serta memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi berbagai event olahraga.Selain mendukung penyelenggaraan Porprov NTB, kawasan The Mandalika juga menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan Peresean yang digelar oleh Asosiasi Peresean Indonesia (API) di Plaza Kuta, Kuta Beach Park The Mandalika pada 17–19 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya lokal sekaligus memperkaya ragam aktivitas di kawasan, sehingga The Mandalika tidak hanya menjadi ruang bagi penyelenggaraan olahraga, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat kepada masyarakat dan wisatawan.Melalui berbagai kolaborasi tersebut, ITDC optimistis The Mandalika akan terus berkembang sebagai kawasan sport tourism yang memberikan manfaat luas bagi pengembangan olahraga, pariwisata, serta perekonomian daerah. Optimalisasi pemanfaatan kawasan secara berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi unggulan yang mendukung penyelenggaraan berbagai event olahraga, budaya, maupun hiburan, baik berskala regional, nasional, maupun internasional.
Read MoreThe Mandalika, 25 Juli 2026 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat perannya dalam mendukung lahirnya pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level dunia. Sebagai bagian dari upaya tersebut, ITDC mengajak dua pembalap kebanggaan Indonesia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, menjalani sesi free practice di Pertamina Mandalika International Circuit pada 21–22 Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan digelar pada 9–11 Oktober mendatang.Melalui sesi free practice ini, ITDC memberikan ruang bagi Mario dan Veda untuk mematangkan persiapan teknis sekaligus meningkatkan adaptasi terhadap karakter lintasan menjelang tampil dihadapan publik Indonesia pada ajang balap motor paling bergengsi di Tanah Air. Langkah ini merupakan bagian dari upaya ITDC menghadirkan Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya sebagai tuan rumah berbagai ajang balap internasional, tapi juga sebagai ruang pengembangan bagi pembalap nasional dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi dunia.Kegiatan ini menjadi momentum penting setelah rangkaian Homecoming Tour Local Heroes Indonesia di Jakarta, Bali, dan Yogyakarta yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Dukungan itu menjadi motivasi tambahan bagi Mario dan Veda untuk terus meningkatkan performa menjelang balapan kandang yang akan menjadi sorotan dunia.Rangkaian free practice ini sekaligus menjadi bagian dari kampanye The Rise of Local Heroes dan #IndonesiaMendunia Bersama Pertamina yang mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama dalam mengharumkan nama bangsa di panggung balap dunia. Kurang dari tiga bulan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, antusiasme masyarakat diharapkan terus meningkat untuk memberikan dukungan langsung kepada para pembalap Indonesia saat berlaga di kandang sendiri.Selama dua hari pelaksanaan, Mario dan Veda menjalani sejumlah sesi latihan yang difokuskan pada adaptasi lintasan, evaluasi performa, serta penyempurnaan berbagai aspek teknis sebagai bagian dari program persiapan menjelang akhir pekan balapan. Kehadiran keduanya di Pertamina Mandalika International Circuit sekaligus mempertegas peran sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut yang tidak hanya menjadi venue berbagai ajang balap internasional, tetapi juga menjadi tempat pembalap nasional mempersiapkan diri untuk bersaing di level dunia.Pembalap Moto2 Indonesia, Mario Suryo Aji, menyebut, kembali berlatih di Pertamina Mandalika International Circuit selalu menjadi momen penting dalam persiapannya menghadapi balapan di kandang sendiri."Kembali berlatih di Pertamina Mandalika International Circuit selalu menjadi momen penting bagi saya. Setiap sesi latihan memberikan kesempatan untuk terus beradaptasi dengan karakter lintasan sekaligus mengevaluasi berbagai aspek yang perlu ditingkatkan menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Dukungan yang kami terima selama Homecoming Tour di Jakarta, Bali, dan Yogyakarta menjadi motivasi tambahan bagi saya dan Veda untuk terus bekerja keras. Semoga saat balapan nanti kami bisa memberikan penampilan terbaik untuk seluruh masyarakat Indonesia," ujar Mario Suryo Aji.Sementara itu, pembalap Moto3 Indonesia, Veda Ega Pratama, mengatakan, sesi latihan ini memiliki arti khusus karena akan menjadi bagian dari persiapannya untuk menjalani balapan kandang pertamanya sebagai pembalap penuh di Kejuaraan Dunia Moto3."Berlatih di Pertamina Mandalika International Circuit tentu menjadi momen yang sangat berarti bagi saya. Ini adalah bagian dari persiapan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan menjadi pengalaman pertama saya tampil di hadapan masyarakat Indonesia sebagai pembalap Moto3. Saya ingin memanfaatkan setiap sesi latihan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Dukungan yang saya rasakan selama Homecoming Tour menjadi motivasi besar bagi saya, dan semoga nanti saya bisa memberikan penampilan terbaik untuk seluruh masyarakat Indonesia di Mandalika," ujar Veda.Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyampaikan, ajakan kepada Mario dan Veda untuk menjalani sesi free practice di Pertamina Mandalika International Circuit merupakan bagian dari komitmen ITDC dalam menghadirkan Mandalika sebagai rumah bagi lahirnya pembalap-pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level dunia."Kami ingin Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia, tetapi juga menjadi rumah bagi lahirnya pembalap-pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level dunia. Karena itu, kami mengajak Mario dan Veda memanfaatkan fasilitas berstandar internasional yang kami miliki sebagai bagian dari persiapan menuju balapan kandang. Kami berharap sesi free practice ini menjadi bekal penting bagi keduanya untuk tampil maksimal di hadapan masyarakat Indonesia pada Oktober mendatang," ujar Troy.Melalui inisiatif ini, ITDC berharap Pertamina Mandalika International Circuit dapat terus menjadi katalis dalam memperkuat ekosistem motorsport nasional, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi talenta Indonesia untuk berkembang dan tampil kompetitif di panggung balap dunia.Masyarakat yang ingin menjadi bagian dari momen bersejarah tersebut masih dapat memperoleh tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang saat ini memasuki periode Presale 1, dengan potongan harga hingga 30% untuk kategori Grandstand dan 20% untuk kategori VIP Hospitality. Informasi mengenai pembelian tiket dan penyelenggaraan acara dapat diakses melalui GOERS dan www.themandalikagp.com.
Read MoreThe Nusa Dua, 24 Juli 2026 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat transformasi The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia melalui peluncuran atraksi budaya terbaru, "Cipta Rwa Loka by Naluri Manca". Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi program Customer Experience (CX) 100 Danantara, yang fokus pada penciptaan pengalaman wisata (customer experience) bernilai tambah melalui penyajian atraksi budaya yang berkualitas, autentik, dan berkesan. Program ini akan resmi diluncurkan pada hari ini Jumat, 24 Juli 2026, di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua, dengan akses gratis (free entry) bagi seluruh pengunjung.Kehadiran atraksi budaya "Cipta Rwa Loka by Naluri Manca" diharapkan dapat memperkaya daya tarik The Nusa Dua melalui pengalaman wisata yang lebih autentik dan berkesan. ITDC menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan seni dan filosofi Bali dalam kemasan yang modern. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi ITDC untuk terus memperkaya pengalaman wisata melalui raga atraksi budaya yang melengkapi fasilitas dan layanan berstandar internasional, sekaligus memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang memadukan standar layanan internasional dengan kekayaan budaya lokal.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan, pengembangan atraksi budaya merupakan salah satu strategi perusahaan dalam meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung sekaligus memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan di kawasan. Sejalan dengan implementasi program CX 100 Danantara, ITDC terus menghadirkan inovasi layanan dan pengalaman baru yang memberikan nilai tambah bagi setiap pengunjung. “Kehadiran Cipta Rwa Loka menjadi bagian dari komitmen kami untuk memperkuat diferensiasi The Nusa Dua sebagai destinasi kelas dunia yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan fasilitas premium, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik, berkualitas, dan berkesan. Kami percaya bahwa pengalaman merupakan faktor utama dalam meningkatkan kepuasan pengunjung sekaligus mendorong loyalitas wisatawan," ungkap I Made Agus Dwiatmika.Cipta Rwa Loka merupakan karya terbaru dari Naluri Manca, komunitas seni dan budaya Bali yang berdiri sejak tahun 2020 dengan komitmen melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Nusantara melalui pertunjukan yang kreatif, inovatif, dan berkualitas. Kiprah Naluri Manca semakin mendapat pengakuan melalui berbagai prestasi, di antaranya menjadi salah satu peserta terbaik dalam Indonesia's Got Talent Season 1 pada tahun 2022, berpartisipasi dalam Organization of World Heritage Cities sejak tahun 2022, serta berhasil meraih Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada tahun 2024 melalui pementasan kolosal multi-genre seni yang diselenggarakan di lokasi aslinya.Terinspirasi dari filosofi Rwa Bhineda, pertunjukan ini mengangkat makna keseimbangan antara dua unsur yang saling melengkapi dalam kehidupan. Melalui perpaduan koreografi, musik, tata cahaya, kostum artistik, serta teknologi visual dengan efek glow in the dark, Cipta Rwa Loka menghadirkan pengalaman pertunjukan yang memadukan nilai budaya, spiritualitas, dan inovasi kreatif dalam satu panggung yang spektakuler.Nama Cipta Rwa Loka sendiri merepresentasikan tiga makna utama, yakni Cipta sebagai kesadaran dan daya kreativitas manusia, Rwa sebagai simbol dualitas, serta Loka sebagai ruang kehidupan tempat seluruh dinamika tersebut berlangsung. Filosofi tersebut diterjemahkan dalam sebuah pertunjukan yang mengajak penonton merasakan harmoni antara tradisi dan modernitas.Sebagai bagian dari kolaborasi strategis antara ITDC dan Naluri Manca, pertunjukan Cipta Rwa Loka akan digelar secara rutin setiap hari Sabtu, pukul 19.00–20.00 WITA, di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua, dengan harga tiket sebesar Rp250.000 per orang yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026. Melalui penyelenggaraan rutin ini, ITDC menghadirkan atraksi budaya yang diharapkan dapat memperkaya pilihan aktivitas malam (night-time attraction) di kawasan The Nusa Dua, sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih autentik dan bernilai tambah bagi wisatawan yang menginap maupun masyarakat umum.Program ini juga menjadi bagian dari strategi ITDC dalam memperkuat ekosistem pariwisata berbasis budaya melalui kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif lokal. Dengan menghadirkan ruang ekspresi bagi seniman Bali, ITDC tidak hanya meningkatkan kualitas pengalaman wisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta penciptaan nilai bersama (shared value) bagi masyarakat sekitar destinasi.“Melalui aktivasi ini, ITDC optimistis The Nusa Dua akan semakin dikenal sebagai destinasi yang mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari akomodasi berkelas internasional, fasilitas MICE, rekreasi, kuliner, hingga atraksi seni budaya yang autentik. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadikan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan yang berdaya saing global sekaligus mendukung transformasi sektor pariwisata nasional melalui implementasi program CX 100 Danantara,” tutup I Made Agus Dwiatmika.
Read MoreThe Mandalika, 24 Juli 2026 – Menyambut International Mangrove Conservation Day pada 26 Juli mendatang, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama anak perusahaannya InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat pengembangan Mangrove Sanctuary di kawasan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai kawasan ecotourism berbasis konservasi. Upaya tersebut ditandai dengan penanaman 4.500 bibit mangrove melalui program InJourney Green. Kegiatan penanaman yang dilaksanakan pada Jumat (24/7) merupakan tahap ketiga dari program rehabilitasi mangrove yang telah dimulai sejak 14 September 2025 di Blok 22 dan tahap 2 pada peringatan hari bumi 22 April 2026 di Blok 22 dan 23 sehingga pada tahap 3 ini total terakumulasi sudah 20.000 bibit mangrove tertanam. Penanaman dilakukan di kawasan Lot MG, Blok 11 dan Blok 23 The Mandalika menggunakan jenis mangrove Rhizophora Stylosa sebagai langkah untuk pelestarian lingkungan dan aset wisata dengan melindungi kawasan pesisir dari abrasi, gelombang besar, angin kencang dan intrusi air laut, menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar melalui batang, akar, dan sedimen sehingga mendukung mitigasi perubahan iklim. Penanaman mangrove ini juga sebagai upaya untuk memberikan habitan bagi berbagai biota, seperti ikan, kepiting, burung, dan organisme pesisir endemik khas Mandalika lainnya. “Melalui program InJourney Green, kami ingin memastikan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya menghadirkan pertumbuhan ekonomi, namun juga menjaga keseimbangan ekosistem dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Salah satu fokus kami adalah pengembangan Mangrove Sanctuary di The Mandalika sebagai bagian dari komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan,” jelas Direktur SDM dan Digital, Herdy Harman. Herdy juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah Mangrove yang ditanam. Namun, InJourney juga melakukan social mapping dan menyusun roadmap pemberdayaan Masyarakat agar Mangrove Sanctuary dapat menjadi sumber manfaat ekonomi baru melalui pengembangan ekowisata dan aktivitas berbasis konservasi.Di kesempatan yang sama, General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menyebut, pelestarian lingkungan merupakan fondasi dalam pengembangan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang mengedepankan prinsip keberlanjutan."Di The Mandalika, kami meyakini bahwa pengembangan destinasi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui InJourney Green, kami tidak hanya melakukan rehabilitasi ekosistem mangrove, tetapi juga membangun fondasi bagi pengembangan kawasan ecotourism yang memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan destinasi," ujar Pari.Untuk memastikan pengembangan dilakukan secara terarah dan berkelanjutan, InJourney dan ITDC menyusun feasibility study yang mencakup roadmap rehabilitasi mangrove, kajian sosial (social mapping) masyarakat sekitar, serta identifikasi potensi pengembangan ekonomi berbasis ekosistem mangrove. Kajian tersebut disusun bersama Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB) sebagai landasan ilmiah dalam merancang pengelolaan kawasan Mangrove Sanctuary.Pari menambahkan, pengembangan kawasan ini diharapkan menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi masyarakat sekitar. "Mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami kawasan pesisir, penyerap karbon, serta habitat berbagai biota, sekaligus memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, kami ingin memastikan setiap langkah pengembangan kawasan memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan. Ke depan, Mangrove Sanctuary diharapkan menjadi ruang konservasi, edukasi, dan ecotourism yang memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di The Mandalika," tambah Pari.Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya PKSPL IPB, pemerintah daerah, instansi lingkungan hidup, aparat setempat, akademisi, tenant kawasan, dan masyarakat sekitar. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi kawasan dan masyarakat.Melalui InJourney Green, InJourney Group terus memperkuat implementasi pembangunan berkelanjutan di seluruh destinasi yang dikelolanya sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Read MoreThe Golo Mori, 23 Juli 2026 – Sebanyak 100 siswa-siswi dari dua sekolah dasar di Desa Golo Mori, desa penyangga kawasan The Golo Mori, mengikuti program Generasi Sehat Golo Mori yang diselenggarakan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026. Melalui program bertema "Menjaga Kesehatan, Menumbuhkan Harapan", ITDC memperkuat komitmen membangun destinasi pariwisata berkelanjutan melalui peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.Bagi ITDC, pembangunan destinasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur dan penguatan daya saing pariwisata, tetapi juga melalui investasi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar kawasan. Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa anak-anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang sehat, memperoleh edukasi yang berkualitas, serta memiliki kesempatan berkembang secara optimal sebagai bagian dari masa depan destinasi.Kegiatan yang berlangsung di Golo Mori Convention Center (GMCC), menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan promotif, mulai dari senam bersama, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), skrining kesehatan dasar, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, hingga pembagian Healthy Kids Kit dan sertifikat partisipasi sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan mereka dalam kegiatan tersebut. Paket tersebut berisi perlengkapan kebersihan diri, camilan bergizi, tumbler, media mewarnai, serta Kartu Tantangan 30 Hari PHBS yang dirancang untuk mendorong anak-anak membangun kebiasaan hidup sehat bersama keluarga di rumah.Program ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Puskesmas Golo Mori, yang telah meraih Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta didukung oleh RSU Siloam Labuan Bajo melalui kehadiran dokter yang memberikan edukasi kesehatan secara interaktif. Sinergi ini diharapkan tak hanya menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga memperkuat kesadaran anak-anak dan keluarga tentang pentingnya menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, menyebut, keberhasilan pembangunan destinasi tidak hanya diukur dari berkembangnya kawasan, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat di sekitarnya. "Melalui Generasi Sehat Golo Mori, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi anak-anak melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang lebih sehat, lebih percaya diri, dan siap menyongsong masa depan," ujar Aji.Ia menambahkan, program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC tersebut juga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan anak melalui pendekatan promotif dan preventif sejak usia dini, sejalan dengan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).Senada dengan Aji, Vice President Destination Management ITDC, Nurhadi Nugraha, menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan."Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan kita bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan memperoleh akses terhadap edukasi kesehatan yang berkualitas. Sinergi antara ITDC, Puskesmas Golo Mori, RSU Siloam Labuan Bajo, sekolah, dan orang tua merupakan fondasi penting dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat sejak dini. Kami berharap Generasi Sehat Golo Mori tidak berhenti sebagai kegiatan peringatan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak dan masyarakat di sekitar kawasan," tutur Nurhadi.Kepala UPTD Puskesmas Golo Mori, Rosmaladewi, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama ITDC dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi anak-anak di Desa Golo Mori. Menurutnya, edukasi dan deteksi dini merupakan langkah penting dalam membentuk generasi yang sehat sejak usia sekolah."Program seperti Generasi Sehat Golo Mori menjadi bentuk kolaborasi yang sangat positif dalam meningkatkan kesadaran anak-anak dan orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Melalui pemeriksaan kesehatan, edukasi PHBS dan gizi seimbang, serta dukungan berbagai pihak, kami berharap anak-anak dapat menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat secara konsisten sehingga tumbuh menjadi generasi yang sehat, aktif, dan berkualitas," pungkas Rosmaladewi.Melalui Generasi Sehat Golo Mori, ITDC berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan untuk menghadirkan generasi yang lebih sehat, tangguh, dan siap menjadi bagian dari masa depan kawasan. Program ini sekaligus mempertegas komitmen ITDC dalam menciptakan shared value, di mana pengembangan destinasi berjalan selaras dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kolaborasi bersama pemerintah, fasilitas kesehatan, institusi pendidikan, dan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar kawasan The Golo Mori.
Read More